22:00
saat kelam bersenandung
kusadar, ku tak dapat menipu hati
rinduku kian dalam
kupandangi telepon selular disampingku
ingin rasanya, ku tekan nomor itu
tapi....
dia berdering...
sedikit terobati rasaku
meski hanya mendengar suaramu
laraku...
lukaku...
saat kau bilang
aku bunga terindah yang tak pantas untuk dirusak
saat kau bilang
aku sutra terhalus yang tak pantas untuk dinodai
saat kau bilang
aku mutiara berkilau yang tak pantas diretakkan
"maafkan aku Bulan...."
sesalku...
kecewaku...
saat kau bilang
"aku menyayangimu lebih dari yang pernah"
saat kau bilang
"aku menyanjungmu sepenuh hati"
saat kau bilang
"aku cinta padamu"
dan kini....
"maafkan aku Bulan...."
ternyata...
Bintang tak mencinta untuk Bulan
lukaku...
sesalku...
menerimamu
bila kata cinta itu hanya sebagai bukti keberadaan
bahwa "aku lelaki yang masih pantas dicinta"
sesalku...
menerimamu
bila kata cinta itu hanya sebagai wujud kemenangan
dari kelam yang selama ini membelenggumu.... disana....
jujurku...
tak mau lagi merenda benang-benang kusut antara kecewa dan luka
semoga Tuhan mendengar semua pintaku
amien.....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
re.jpg)
No comments:
Post a Comment